seringkali kita membenci yang tidak kita pahami

Dulu Saya sempat protes dan menulis di Facebook mengenai kekesalan saya, ketika Saya terjebak kemacetan dijalan disebabkan karena ada acara seperti maulid nabi, tapi acara tersebut menutup jalan utama, dipikiran Saya "sial nih menutup jalan!, tidak ada tempat yang tidak ganggu orang lain yang tidak berkepentingan apa, kalau ada ambulan lewat gimana?" saat itu Saya tengah diboncengi pegawai Saya yang bernama sinyo sembari membawa kedua anak Saya (Jangan ditiru, melanggar aturan berkendara).

Saat ditengah kemacetan di antara acara maulid dijalan itu, entah kenapa tiba-tiba motor yang kami tumpangi mogok dan tidak bisa digerakan sama sekali, gardan atau apanya yang rusak, jadi mau tidak mau Saya turunlah Bersama kedua anak Saya kemudian kami duduk ditengah acara tersebut, saya perhatikan sekitar saya yang begitu ramai seperti pasar malam, tidak lama Saya telp adik Saya minta bantuan untuk bantu memperbaiki motor.

Sepanjang menunggu adik Saya datang, Saya berbaur di acara tersebut, Saya perhatikan banyak orang yang tengah membaca Al quran dengan penuh khusyu, ada yang tengah bersilaturahmi dengan keluarganya, banyak penjual aneka macam makanan dan barang-barang.

Saya beli beberapa minuman dalam kemasan botol untuk Saya dan kedua anak saya, ditempat Saya duduk Bersama anak saya, tidak jauh dari tempat kmi ada Dua orang pemulung yang duduk menikmati acara tersebut, Saya melihat dari ekspresi wajah mereka berdua terlihat lelah, Saya jadi membayangkan mungkin Dua orang ini sudah seharian mengumpulkan botol bekas, dan ada acara yang tempat berkumpul banyak orang seperti ini, pasti banyak botol plastik yang bisa dikumpulkan mereka, itu pasti alasan utama mereka berada ditempat ini.

Acara maulid itu selesai setelah cukup lama kami berada ditengahnya, Saya rasa telah 1 jam kami lewati acaranya, acara tersebut ditutup dengan peluncuran kembang api yang menurut  saya cukup lumayan besar untuk ukuran acara seperti ini,.

Tidak sengaja Saya melihat kearah kedua pemulung yang duduk tadi, tiba-tiba ekspresi mereka berubah yang tadinya terlihat lelah menjadi tersenyum bahagia, itu terpancar di senyum mereka yang terpukau melihat kembang api yang menghiasi langit, senyum mereka benar-benar terlihat jelas begitu bahagia, wajah mereka seperti terpukau kagum, takjub, dan terpancar kebahagian yang begitu dalam.

 

Hanya letupan kembang api, yang seringkali kita jumpai, tidak menarik bagi Saya, tapi bagi kedua orang ini, kenapa berbeda? Kenapa mereka begitu bahagia? Ah apa yang salah dengan Saya? Ooh ya tidak penting bagi saya, tapi tidak bagi mereka berdua, ini bahagia mereka saat ini.

 

Tidak lama adik Saya datang dan memberitahu bahwa motor rusak parah dan harus di taruh di bengkel, mau tidak mau Saya akhirnya memutuskan naik taxi untuk bawa kedua anak Saya pulang, sebelum Saya pergi Bersama kedua anak Saya, Saya melihat kedua pemulung tadi sedang mengumpulkan botol bekas, Saya berikan ke mereka botol minuman saya dan kedua anak saya, mereka tersenyum.

Saya memasuki taxi, dan pikiran saya melambung jauh. Saya teringat ucapan almarhum Ayah Saya

"hidup seperti koin wo, ada dua sisi, dan Kamu harus melihat keduanya, kebaikan dan keburukan selalu datang bersamaan'

Hari ini buruk bagi Saya, mungkin buruk juga bagi yang tidak memiliki peran bagian dalam acara maulid ditengah jalan ini, tapi ada beberapa orang yang mendapat rejeki dan bahagianya sejenak disini.

Seringkali kita membenci apa yang tidak kita pahami, apakah Kita paham untuk apa tiap kejadian terjadi dihidup ini?